Prodi Pendidikan Sejarah UMP:
Mencetak Generasi Sadar Sejarah, Sadar Muhammadiyah

Identitas, Keunggulan, dan Prospek Lulusan
Sejak kelahirannya pada tahun 1987, Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), yang beralamat di Jl. K.H. Ahmad Dahlan Kampus 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah, setidaknya telah meluluskan alumni sebanyak lebih dari 1200 (seribu dua ratus) lulusan. Hal ini menunjukkan sebuah bukti besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Prodi yang secara data tidaklah sebesar mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMP maupun Prodi sejenis yang memiliki peminat besar. Namun demikian, tidak bisa dinafikan, bahwa Prodi Sejarah UMP, adalah salah satu Prodi yang menjadi jantung lahirnya para pendidik dan eksistensinya generasi bangsa yang sadar betapa pentingnya sejarah, sebagai salah satu mata pelajaran pembangun karakter bangsa, nilai- nilai moral, dan peradaban, sebagaimana telah diamanahkan oleh UUD 1945 dan para pendiri bangsa (the founding fathers) negeri ini.
Sebagai satu- satunya Prodi Pendidikan Sejarah di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan, Prodi Pendidikan Sejarah UMP, memiliki program keunggulan yang menjadi daya tarik untuk para calon mahasiswa, yaitu; telah terkareditasi A pada bulan Oktober 2018 berdasarkan SK BAN- PT No. 2683/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2018, memiliki Profesor ahli di bidang budaya Banyumas dan bersama UMP, telah merancang wadah keilmuan berupa Banyumas Institute pada tanggal 28 Mei tahun 2021, yang langsung diresmikan oleh Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy. Laboratorium Sejarah dan perpustakaan Sejarah dengan koleksi buku Sejarah lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) menjadi keunggulan lainnya yang telah dimiliki oleh Prodi Sejarah. Termasuk tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya dan telah dihasilkannya karya buku para dosen Sejarah secara Nasional lebih dari 45 buah buku. Sementara program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dilakukan secara Nasional di saat semester II (dua) dan IV (empat), merupakan salah satu penunjang keunggulan tersebut, dengan mempraktikkan mata kuliah teori dengan mengunjungi secara langsung terhadap obyek studi kajian, sehingga akan mendapatkan data dan fakta sejarah yang lengkap dan valid, untuk dituangkan dalam sebuah tulisan ilmiah.
Peluang kerja menjadi salah satu hal yang menjadi alasan sebuah Prodi diminati oleh para calon mahasiswa, termasuk Prodi Sejarah. Setidaknya ada 8 (delapan) peluang para lulusan di Prodi Sejarah UMP, yaitu sebagai calon guru sejarah, dosen sejarah, sejarawan peneliti, konsultan pengembang pendidikan, guide sejarah (pemandu wisata sejarah), wirausahawan, sejarawan Muhammadiyah, arsipatoris (pengarsip), dan jurnalis Sejarah. Banyaknya alternatif peluang tersebut menunjukkan keseriusan Prodi Sejarah UMP, untuk terus berbenah, memberikan jalan masa depan yang lebih luas dan prospektif.
Sadar Sejarah, Sadar Muhammadiyah
Berdasarkan peninjauan kurikulum Prodi Pendidikan Sejarah UMP di tahun 2021, setidaknya terdapat penambahan profil lulusan yang kemudian dikemas dengan penyesuaian munculnya mata kuliah baru untuk bisa memberikan wadah yang lebih baik pasca mahasiswa lulus. Profil tersebut yaitu, Jurnalis Sejarah, yang memberikan bekal lulusannnya menjadi seorang jurnalis berita di surat kabar dan sejenisnya. Kemudian wirausahawan, yang menjadikan para lulusan untuk mampu bekerja sebagai wiraswastawan atau pengusaha mandiri, dan arsipatoris, yang memberikan kesempatan luas lulusan, untuk bekerja di Balai Arsip atau Badan Arsip maupun Perpustakaan di seluruh wilayah Indonesia. Terakhir adalah Sejarawan Muhammadiyah, yang merupakan profesi yang masih langka di Indonesia, khususnya di Muhammadiyah sebagai organisasi sosial budaya tertua di Republik ini.
Pada hari Sabtu- Ahad, tanggal 27-28 November 2021, Muhammadiyah melaksanakan Kongres Sejarawan untuk pertama kalinya, yang bertempat di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. UMP menjadi salah satu peserta live zoom, dan sebagai perwakilan peserta yaitu Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., dan Sumiyatun Septian selaku Kaprodi. Salah satu agenda utama dari kongres tersebut adalah, mewujudkan lahirnya para sejarawan yang konsen terhadap narasi Muhammadiyah. Minimnya narasi Muhammadiyah, dalam hal ini yaitu kurangnya pengembangan isu-isu terkait kajian Muhammadiyah, menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat bagi Prodi Pendidikan Sejarah, termasuk Prodi Sejarah UMP. Meskipun telah lahir lebih awal dari NKRI, namun Muhammadiyah haruslah tetap nguri- uri (menjaga dan melestarikan), kekayaannya yang masih banyak terpendam. Salah satunya adalah melahirkan Sejarawan Muhammadiyah, yang akan menghasilkan karya buku dan tulisan ilmiah lainnya mengenai Muhammadiyah. Prodi Pendidikan Sejarah UMP, merupakan bagian dari tempat nguri- uri tersebut, dan setidaknya telah mengawali menanam biji untuk menumbuhkannya melalui karya terbaik salah satu dosen, yang kini telah berpulang kepada Sang Khaliq, dan beliau adalah (alm.) Dr. Suwarno, M.Si. Jejak dan kiprah beliau setidaknya menjadi tauladhan, bagi para mahasiswa Sejarah UMP dan masyarakat Banyumas, termasuk mahasiswa baru yang akan masuk di tahun 2022, untuk meneruskan pena-pena kecil dalam tautan makna, agar bisa diteruskan untuk seluruh masyarakat, tidak hanya Banyumas dan UMP, namun juga Indonesia. Setidaknya sudah lebih dari 5 (lima) buku tentang Muhammadiyah yang telah dituliskan beliau, belum termasuk artikel di jurnal ilmiah. Salah satu buku berjudul Gerakan Muhammadiyah di Banyumas, merupakan kolaborasi dengan salah satu alumni terbaik Prodi Pendidikan Sejarah UMP, Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag., yang kini juga diamanahi sebagai ketua LPPI UMP. Bersama Arifin Suryo Nugroho, M.Pd. dan Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag., Dr. Suwarno, M.Si., juga menjadi Tim Peneliti PTM dalam melahirkan buku berjudul Perjalanan Sejarah TK ABA di Indonesia tahun 1919-2019. Dr. Suwarno, M.Si., juga menjadi salah satu tokoh dari 5 (lima) orang yang diberikan penghargaan dalam Kongres Muhammadiyah tersebut, selain Mitsuo Nakamuro, Kuntowijoyo, Adaby Darban, dan M.T. Arifin. Harapan agar Prodi Sejarah UMP menjadi salah satu agen Muhammadiyah dalam implementasi pendidikan sebagai pencetak sejarawan Muhammadiyah dikemudian hari, dikemukakan oleh guru kita, Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Maarif (alm.), atau lebih dikenal dengan nama Buya Syafi’i. Sebuah amanah yang sangat berat dari beliau untuk Prodi Pendidikan Sejarah UMP, masyarakat Banyumas dan UMP sendiri.
Prodi Pendidikan Sejarah UMP, tidak akan mampu berjalan mewujudkan cita dan harapan tersebut, tanpa dukungan seluruh masyarakat, para generasi muda dan pecinta sejarah yang rela mendedikasikan diri dengan mangabagyo (terikat bersama) dalam satu pemahaman dan itikad, sebagaimana diamanahkan di dalam sebuah kesepakatan oleh para pendiri Muhammadiyah, Ahamd Dahlan dan lainnya, yaitu mewujudkan generasi yang Sadar Sejarah dan Sadar Muhammadiyah. Untuk kepentingan UMP yang lebih besar serta manfaat, mari kita mulai dari diri sendiri, melalui tekad, rasa dan tepa selira (rasa penghargaan) yang baik terhadap sesama. (septian)



