GELAR KUNJUNGAN KE MAJAPAHIT, PRODI PENDIDIKAN SEJARAH: BANYAK SITUS YANG TERSEMBUNYI
Selasa 17 Mei 2022, seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah UMP berkunjung ke wilayah ‘eks’ kerajaan Majapahit. Kunjungan ini dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun akademik 2022. Kegiatan ini menjadi kegiatan KKL perdana setelah kegiatan tersebut terhenti kurang lebih 2 tahun dikarenakan kebijakan terkait pandemi Covid-19. KKL yang semula hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester 2 & 4, akan tetapi pada tahun ini karena sempat berhenti 2 tahun, kegiatan KKL saat ini diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa.
“Kegiatan KKL sebenarnya diadakan setiap tahun untuk mahasiswa semester 2 & 4 dengan arah tujuan ke Barat dan Timur. Tapi karena terhenti selama covid, jadinya kita peruntukkan bagi seluruh mahasiswa.” tutur Kaprodi Pendidikan Sejarah, Sumiyatun Septianingsih, M.Pd.

Kegiatan KKL program studi Pendidikan Sejarah dilaksanakan ke 2 tujuan, yang pertama ke arah Barat (KKL Kebudayaan Islam dan Indis) dan yang kedua ke arah Timur (KKL Kebudayaan Hindu-Buddha). Pada tahun ini KKL dilaksanakan ke arah Timur yaitu KKL Kebudayaan Hindu-Buddha. Selama kegiatan, mahasiswa mengunjungi banyak sekali situs-situs peninggalan kerajaan Majapahit, mulai dari candi, museum, dan peninggalan lain yang berciri khas kebudayaan Hindu-Buddha. Namun sayang, mahasiswa belum diperbolehkan untuk mengunjungi situs Kumitir yang masih hangat diperbincangkan tersebut dikarenakan akses jalan menuju situs Kumitir masih sulit untuk diakses umum sehingga tidak memungkinkan untuk dikunjungi dengan kendaraan besar seperti mobil dan bis.
“Mungkin bisa jadi masih banyak situs-situs yang masih tersembunyi dibawah tanah yang kita pijak sekarang” ucap Sumiyatun Septianingsih, M.Pd. saat ikut mendampingi mahasiswa.
Sudah seharusnya situs-situs yang ditemukan secepatnya mendapatkan pengelolaan dari pemerintah daerah dan disokong oleh pemerintah pusat. Situs-situs yang ditemukan ini bisa menjadi bentuk identitas bangsa Indonesia. Para sejarawan dan peneliti lain juga bisa berkolaborasi dalam melakukan ekskavasi sebagai upaya pencarian situs-situs yang mungkin saja masih tersembunyi. (glg/rnd)



