DOSEN PRODI PENDIDIKAN SEJARAH BERKOLABORASI DENGAN KOMUNITAS MENULIS AMBARKETAWANG “AMARILIS”: ADAKAN PELATIHAN MENULIS SEJARAH!
Pada Jumat, 13 Juni 2025, telah dilaksanakan kegiatan Workshop Menulis Sejarah dengan tema “Menulis Sejarah di Era Digital” di Kalurahan Ambarketawang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Iskandar, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Sejarah UMP yang dikenal aktif dalam bidang penulisan sejarah dan literasi digital. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan menulis sejarah di era digital sebagai bentuk pelestarian pengetahuan lokal sekaligus cara kreatif dalam mendekatkan sejarah kepada masyarakat luas.
Menurut Iskandar, digitalisasi telah mengubah cara generasi muda dalam mengakses dan menyebarkan informasi sejarah. Oleh karena itu, kemampuan untuk menulis sejarah dengan pendekatan digital — baik melalui blog, media sosial, maupun platform daring lainnya — menjadi sangat penting agar sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga hidup dalam ruang digital masa kini.

Kegiatan yang dihadiri oleh anggota Komunitas Menulis Ambarketawang (AMARILIS), perangkat kalurahan, dan masyarakat pemerhati sejarah ini berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai teknik penulisan sejarah populer, cara verifikasi sumber digital, serta strategi menarik minat pembaca melalui media daring.
Selain menjadi wadah berbagi ilmu, workshop ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama antara Kalurahan Ambarketawang, khususnya Komunitas Menulis Ambarketawang (AMARILIS), dengan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UMP. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai kegiatan produktif di bidang literasi sejarah dan pengembangan konten sejarah lokal berbasis digital.

Secara keseluruhan, Workshop Menulis Sejarah di Era Digital ini tidak hanya memberikan pemahaman baru tentang metode penulisan sejarah modern, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaboratif antara akademisi dan komunitas lokal. Dengan semangat digitalisasi, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pelestarian sejarah lokal yang lebih inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (glg)





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!