PENDIDIKAN SEJARAH KOLABORASI DENGAN GURU MGMP SEJARAH SMA-MA DAN BHHC: JELAJAHI SITUS SEJARAH LOKAL DI BANYUMAS!
Pagi yang cerah menyambut para guru sejarah di Kabupaten Banyumas pada Minggu, 8 Desember 2024. Sebuah perjalanan edukatif dimulai, mengajak mereka menjelajahi situs-situs sejarah lokal yang penuh cerita. Kegiatan ini adalah bagian dari Program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Edukasi Sejarah dan Pendampingan Penelusuran Jejak Situs Sejarah untuk Mengenalkan dan Meningkatkan Berpikir Historis Guru-Guru Sejarah di Kabupaten Banyumas Tahun 2024” yang digagas oleh Dosen Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sumiyatun Septianingsih, M.Pd., bersama Iskandar, M.Pd. Harapan besar disematkan pada kegiatan ini: agar para guru MGMP SMA-MA Sejarah Kabupaten Banyumas mampu menghadirkan pembelajaran sejarah lokal yang lebih hidup di ruang kelas.
Minggu, 8 Desember 2024, para guru dari MGMP Sejarah SMA-MA Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan jelajah situs sejarah lokal di Banyumas. Program ini diselenggarakan oleh Sumiyatun Septianingsih, M.Pd., dan Iskandar, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang didampingi oleh Komunitas BHHC (Banjoemas History Heritage Community) serta mengundang Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum sebagai narasumber. Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi guru tentang cara mengintegrasikan sejarah lokal ke dalam pembelajaran sejarah di kelas.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke beberapa situs bersejarah di Banyumas. Para guru diajak untuk mengenali lebih dalam makna sejarah di balik situs-situs tersebut, termasuk bagaimana situs itu dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik bagi siswa. Dengan bimbingan Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, guru-guru MGMP SMA-MA tak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga ide-ide inovatif untuk membuat pembelajaran sejarah lebih relevan dan kontekstual.
Jelajah situs ini bukan hanya sekadar kegiatan wisata sejarah, tetapi juga upaya nyata untuk memperkaya bahan ajar. Sumiyatun Septianingsih menjelaskan bahwa banyak siswa yang masih menganggap sejarah sebagai mata pelajaran yang membosankan. Dengan membawa cerita lokal yang dekat dengan kehidupan mereka, diharapkan antusiasme siswa terhadap pelajaran sejarah meningkat.
Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., menambahkan bahwa situs-situs sejarah lokal di Banyumas memiliki kekayaan narasi yang sayang untuk dilewatkan. “Pembelajaran sejarah tidak hanya tentang peristiwa besar nasional. Sejarah lokal adalah bagian penting yang menghubungkan siswa dengan identitas dan kebudayaan mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberikan ruang diskusi bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran. Para guru terlihat antusias, bahkan beberapa di antaranya sudah memiliki rencana untuk mengadakan kunjungan serupa dengan siswa mereka.
Program Pengabdian Masyarakat ini merupakan langkah penting dalam memperkaya metode pembelajaran sejarah. Dengan keterlibatan langsung para guru MGMP Sejarah SMA-MA Kabupaten Banyumas, diharapkan pembelajaran sejarah lokal dapat diterapkan secara efektif di sekolah-sekolah. Kolaborasi antara dosen dan guru seperti ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah bukan hanya masa lalu, tetapi juga jembatan untuk membangun masa depan. (glg)





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!