Kolaborasi bersama Mahasiswa Internasional dari Interdisiplin Keilmuan

Mengutip dari laman resmi HOH, bahwa Human Origins Heritage (HOH) merupakan salah satu lembaga yang konsen akan pembanguan berkelanjutan, terutama yang terfokus pada kegiatan akademik kesejarahan, khususnya situs sejarah. Salah satu programnya adalah tentang sekolah atau training bersama secara kolaborasi dan langsung yang dipraktikkan dilapangan bersama lembaga lain, mahasiswa, akademisi sejarah, arkeologi serta interdisipliner lainnya, termasuk masyarakat. Lembaga ini merupakan  kolaborasi internasional  antara UKSW Salatiga dengan Museum National d’Histoire Naturelle (MNHN) Perancis dan Alliance Sorbonne Universite Perancis. Serta didukung pula oleh 19 institusi dalam dan luar negeri,  yang konsen pada sejarah, arkeologi, pembanguan masyarakat, komunikasi dan sejenisnya. Pada tahun 2020, tim ini sudah melakukan kegiatan di Indonesia khususnya di museum dan situs Sangiran kabupaten Sragen Jawa Tengah. Kegiatan internasional yang dilakukan HOH dilaksanakan melalui pendekatan interdisipliner dan partisipasif.

Pada tahun ini, khususnya di bulan Mei 2023, kegiatan The International Participatory School Human Origins Heritage (penulis menyebutnya; TIPS HOH), dilaksanakan di desa Galuh Timur, Tonjong kabupaten Brebes Jawa Tengah, termasuk di Semedo Tegal, selama 4 hari dari hari Jumat- Senin, tanggal 12- 15 Mei 2023. Sebagai salah satu Prodi yang diundang sebagai peserta sekaligus informan, Prodi Pendidikan Sejarah UMP, mendelegasikan 5 orang mahasiswa sebagai peserta dan pendamping kegiatan, yaitu Kuntum Fitriana, Ilham Murtadha, Izudin Hamid, Dimas Triaji, Zidan Rafdian dan 2 orang dosen sebagai informan dan pendamping kegiatan. Sebagai informan yaitu Sejarawan UMP sekaligus ketua Banyumas Institut UMP, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., yang nantinya akan menjelaskan eksistensi secara historis situs Gagang Golok di wilayah hutan jati Galuh Timur, Tonjong, dan Sumiyatun Septian (koordinator Prodi), termasuk Laboran Prodi Sejarah, Gilang Tapan Prasedya sebagai pengambil data gambar dalam kegiatan tersebut.

Peserta kegiatan TIPS HOH, untuk institusi lainnya yaitu UKSW Salatiga, Sorbonne Universite Perancis, Pokdarwis Tonjong kabupaten  Brebes, Wonderful Sangiran kabupaten Sragen, Universitas degli Studi di Ferrara Italia, Universitas Peradaban Bumiayu, termasuk para youtuber sejarah dan pelestari sejarah dari beberapa wilayah lainnya. Untuk para pendamping diantaranya adalah Titi Susilowati, Ph.D., Sih Nathalia Sukmi, M.I.Kom. (UKSW), Prof. Anne Marie Semah dan Prof. Francois Semah (Sorbonne), Pak Ami (Sangiran), Pak Ali Maghfur dan Pak Ahmad Daroji (Pokdarwis), Pak Lukman Hakim (Camat Tonjong), Pak RW setempat, Pak Nasikin (tim Pelestari). Lebih dari 80 (delapan puluh) peserta yang ikut mengambil bagian tersebut, berkolaborasi dengan masyarakat dari Galuh Timur. Termasuk juga para dosen dan pendamping, yang belum bisa penulis cantumkan secara menyeluruh, telah menyatu dalam kebersamaan di kegiatan TIPS HOH tersebut.

The International Participatory School  HOH, merupakan kegiatan akademik yang fokus pada bidang pembangunan berkelanjutan, bersifat partisipatif kolaboratif dan interdisipliner. Tahun ini kami melakukan kegiatan penelusuran situs di desa Galuh Timur, Tonjong kabupaten Brebes Jawa Tengah bekerjasama dengan Pokdarwis setempat, dan diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari dalam dan luar negeri. Beberapa diantaranya yang berasal dari Indonesia, Perancis, Italia, Nepal, Jepang dll. Hari terakhir nannti kami juga akan mengunjungi Semedo, Tegal” tutur Ibu Titi selaku koordinator rombongan kegiatan TIPS HOH 2023, yang diiyakan oleh Ibu Nathalia dari HOH.

Kegiatan TIPS HOH ini, terbagi dalam dua kelompok, secara bergantian dalam melaksanakan kegiatan dilapangan. Pada hari pertama, Jumat 12 Mei, rombongan melakukan pengenalan kegiatan sekaligus penyambutan oleh Pokdarwis Galuh Timur dan masyarakatnya dengan tarian Rudat khas desa tersebut. Kegiatan istirahat, sarapan pagi dan siang bertempat di rumah Bapak Ahmad Daroji (Pokdarwis)

Pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei, kegiatan  di obyek studi,  yang mana setiap kelompok bergiliran melakukan telusur   sungai Purba, situs Makam Dawa dan Situs Gagang Golok, dengan Kuntum Fitriana (pendamping, UMP) dan Kim (penerjemah, UKSW), sebagai perwakilan yang bertugas teknis. Didampingi informan dari tokoh setempat dan Sejarawan UMP, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., (saat di situs Gagang Golok). Pada hari ketiga, Minggu 14 Mei, kembali dilakukan telusur sungai di kecamatan Bantarkawung, Brebes. Hari Senin 15 Mei dilakukan kunjungan ke situs Semedo, dan sore harinya berpamitan untuk kembali  ke Salatiga. Pada setiap malamnya, di akhir kegiatan selama 4 hari 3 malam tersebut, para mahasiswa dan tim pendamping juga melakukan diskusi dan wawancara dengan tokoh masyarakat yang memahami obyek terkait, sebagai bahan sumber utama selain artefak. Hasil  diskusi tersebut nantinya akan menjadi salah satu sumber rujukan penelitian.

Harapan, Kesadaran Sejarah dan Dukungan Pemangku Kebijakan

Sebagai akademisi dan pelestari sejarah, kami tentu memilki harapan besar bagi kerjasama ini kedepannya, tidak hanya harapan kepada lembaga HOH, yang telah menjadi media dan wadah yang sangat positif, menyatukan para mahasiswa, akademisi, arkeolog, pelestari sejarah, masyarakat pemerhati sejarah, namun juga masyarakat umum di wilayah Galuh Timur khususnya (wilayah Tonjong), Bantarkawung dan Bumiayu. Tiga kecamatan di kabupaten Brebes yang memilki situs purba terbanyak. Terbukti ketika sebelumnya telah ditemuakan fosil purba homo erectus arkaik tahun 2017, yang diperkirakan para arkeolog,  lebih tua dari yang di temukan di Sangiran. Harapan menjadi pelestari peninggalan sejarah dan mentalitasnya, agar bisa dikenalkan kepada masyarakat dan dari pengenalan tersebut muncul kesadaran sejarah bersama.

“Pemerintah memang masih belum penuh dalam menyokong terkait keberadaan situs- situs Purba yang ada di kabupaten Brebes, termasuk di Galuh Timur. Seperti situs Gagang Golok yang cukup memprihatinkan. Kondisi tanpa atap, dan situs juga tidak dilindungi dengan pagar pengaman dari hal- hal yang bisa merusaknya, termasuk belum adanya naunagn hukum dari pemerintah”, AN dan AD secara bersungguh menjelaskan kepada kami pada saat kegiatan di hari kedua, kunjungan ke situs Gagang Golok

Memang kondisi situs Gagang Golok termasuk yang paling memprihatinkan. Terlihat bagaimana patung yang jika dilihat seksama seperti Ganesha, terlihat terpotong. Termasuk lokasi situs harus diinjak pengunjung (tertutup tanah), dan bata-bata masa Hindu Buddha (mirip yang ada di situs Trowulan), juga banyak yang rusak karena faktor hujan dan panas.

Selama ini memang, akan mengakui atau tidak, masyarakat Indonesia (atau bisa jadi kita termasuk didalamnya?), masih banyak yang belum memilki kesadaran sejarah terhadap hasil peningalan yang ada disekitarnya. Termasuk juga sokongan dari  Pemerintah, khususnya dalam hal perlindungan hukum terhadap situs di negeri ini, masih sangat minim. Paling tidak, dari RT, RW, keluarga dan Kades (Lurah), yang harus mengawali keteladhanan sejarah tersebut, minimal dukungan moril, sehingga anggota masyarakatnya juga akan ambagyo sesarengan (merawat sepenuh hati secara bersama), tidak hanya pada situs sejarah, namun kekayaan intelektual yang ditinggalkan para pendahulu kita. Selanjutnya, tentu harus ada audiensi dan FGD dari para akademisi dan masyarakat, kepada pemerintah agar ada perhatian melakukan konservasi bahkan ekskavasi situs dan tindakan konkrit berikutnya bagi pemeliharaannya, termasuk payung hukum. (septian)

DARI SEJARAH KE DUNIA WISATA: WORKSHOP PEMANDUAN WISATA UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH!

Sejarah tidak hanya dipelajari, Sejarah juga dapat diceritakan.…
December 18, 2025/by sejarah ump

PRODI SEJARAH GELAR WORKSHOP EDUPRENEURSHIP! LANGKAH AWAL MENJADIKAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEBAGAI SEORANG ENTREPRENEUR!

Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah…
December 5, 2025/by sejarah ump

HIMPSA GELAR SEMAR FEST 2025! KAPRODI PENDIDIKAN SEJARAH BUKA ACARA!

Selasa, 16 September 2025, suara lantunan tembang Jawa menggema…
September 16, 2025/by sejarah ump

Bedah Buku Babad Wirasaba: Menggugah Kesadaran Sejarah Lokal Purbalingga

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga…
August 25, 2025/by sejarah ump

LUAR BIASA! Mahasiswa Prodi Sejarah Menerbitkan Buku Bertema Sejarah Asia Selatan!

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas…
August 14, 2025/by sejarah ump

DOSEN PRODI PENDIDIKAN SEJARAH BERKOLABORASI DENGAN KOMUNITAS MENULIS AMBARKETAWANG “AMARILIS”: ADAKAN PELATIHAN MENULIS SEJARAH!

Pada Jumat, 13 Juni 2025, telah dilaksanakan kegiatan Workshop…
June 17, 2025/by sejarah ump

MENAKAR MASA DEPAN PENDIDIKAN SEJARAH: INOVASI ATAU EVALUASI?

Sejarah bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi juga cermin masa…
February 25, 2025/by sejarah ump

SERUNYA EKSPLORASI BUDAYA! Mahasiswa Filipina Disambut Meriah di UMP: Mengenal Banyumas lebih dekat lewat rekreasi dan kebersamaan

Minggu pagi, 16 Februari 2025, suasana di Universitas Muhammadiyah…
February 17, 2025/by sejarah ump

SERU! HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UMP & UNSIL: Bertukar ilmu dari diskusi akademik hingga wisata sejarah di Karangkamulyan

Sabtu pagi, 15 Februari 2025, rombongan mahasiswa Prodi Pendidikan…
February 17, 2025/by sejarah ump

KOLABORASI SEJARAH! UMP & UNSIL GELAR KULIAH TAMU!

Sabtu pagi, 1 Februari 2025, suasana kampus Universitas Siliwangi…
February 1, 2025/by sejarah ump

PENDIDIKAN SEJARAH KOLABORASI DENGAN GURU MGMP SEJARAH SMA-MA DAN BHHC: JELAJAHI SITUS SEJARAH LOKAL DI BANYUMAS!

Pagi yang cerah menyambut para guru sejarah di Kabupaten Banyumas…
December 10, 2024/by sejarah ump

MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH SIAP RAIH PKM! PRODI BERIKAN SOSIALISASI DAN PERSIAPAN!

Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto…
December 2, 2024/by sejarah ump