Prof. Sugeng Priyadi Dianugerahi Gelar Pangeran!
Di bawah langit cerah Surakarta, suasana di Keraton Surakarta pada 31 Agustus 2024 dipenuhi dengan rasa khidmat. Pada hari itu, sejarah baru terukir. Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., seorang tokoh akademis yang dihormati, dianugerahi gelar Kangjeng Pangeran Prof. Purbasastrodiningrat oleh Keraton Surakarta.

Momen istimewa ini adalah bentuk penghormatan tinggi dari pihak keraton kepada Prof. Sugeng atas dedikasinya yang luar biasa dalam dunia pendidikan. “Pemberian gelar ini menunjukkan pengakuan kami atas kontribusi besar beliau, terutama dalam melestarikan sejarah dan budaya Jawa,” ujar perwakilan Keraton Surakarta dalam pidatonya.
Prof. Sugeng Priyadi, yang juga merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), memang dikenal luas sebagai sosok yang sangat berpengaruh di dunia akademik. Karya-karyanya yang berfokus pada sejarah dan budaya Jawa mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan.
Gelar Kangjeng Pangeran Prof. Purbasastrodiningrat diberikan kepada mereka yang dianggap telah memberikan sumbangsih signifikan bagi pelestarian nilai-nilai tradisi dan kebudayaan, terutama dalam konteks sejarah Jawa. Tak heran, peristiwa ini menjadi sorotan, terutama bagi komunitas akademis dan mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UMP.
Acara pemberian gelar di Keraton Surakarta berlangsung dengan penuh adat. Dihadiri para tamu undangan, baik dari lingkungan keraton maupun akademisi, acara ini menjadi simbol keharmonisan antara tradisi dan pendidikan. Pakaian adat Jawa dikenakan oleh para undangan, menambah kesakralan upacara tersebut.

Prof. Sugeng, dengan rendah hati, menyampaikan rasa syukurnya atas anugerah ini. “Ini bukan hanya penghargaan untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh dunia pendidikan. Terutama bagi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UMP yang terus berkomitmen melahirkan generasi cendekiawan yang menghargai budaya dan sejarah bangsa,” ujarnya.
Pemberian gelar ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal. Sebagai dosen di UMP, Prof. Sugeng juga mengajarkan kepada para mahasiswa bahwa sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga panduan untuk masa depan.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UMP tentunya merasa bangga memiliki dosen dengan penghargaan setinggi ini. Mereka menganggap Prof. Sugeng sebagai panutan yang mengajarkan pentingnya menggabungkan keilmuan modern dengan tradisi yang ada. Di era globalisasi seperti sekarang, pengetahuan sejarah dan budaya menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan identitas sebagai bangsa.
Keraton Surakarta sendiri, yang menjadi lokasi acara, merupakan simbol kebudayaan Jawa yang masih terjaga hingga kini. Dengan pemberian gelar ini, keraton turut mengukuhkan peran pendidikan dalam menjaga nilai-nilai luhur tersebut.
Pemberian gelar Kangjeng Pangeran Prof. Purbasastrodiningrat kepada Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum. di Keraton Surakarta menjadi bukti nyata bahwa dunia akademis dan kebudayaan bisa saling bersinergi. Gelar ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas peran vital yang dimainkan pendidikan dalam menjaga tradisi dan kebudayaan.
Dengan prestasi ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UMP kembali menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga dalam melahirkan generasi yang memahami pentingnya nilai-nilai budaya lokal. (glg)





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!