PROF. SUGENG HADIRI RAPAT PENGUSULAN GENTING SOKKA!

Senin 7 Oktober 2024, terselenggara Rapat Tim Registrasi Pengusulan Memori Kolektif Bangsa (MKB) yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kebumen. Tema besar yang diangkat, “Genting Sokka,” menarik perhatian para akademisi, ahli sejarah, dan berbagai pihak terkait yang hadir.

Tidak hanya Prof. Sugeng Priyadi, tokoh-tokoh lain seperti Teguh Hindarto, S.Sos., M.Th, dan Sigit Tri Prabowo, S.Pd., juga duduk di barisan depan, siap memberikan pemikiran mereka tentang pentingnya pengelolaan arsip sejarah ini.

Pembahasan mengenai Genting Sokka mengalir deras. Genting Sokka bukan sekadar artefak budaya, melainkan simbol identitas lokal yang kaya. Banyak pihak mulai menyadari bahwa arsip-arsip ini menyimpan informasi berharga yang bisa memperkaya pemahaman kita tentang sejarah lokal Banyumas dan Kebumen.

Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari program Pengelolaan Arsip Statis, bagian dari kegiatan Pengelolaan Simpul Jaringan Informasi Kearsipan Nasional di tingkat kabupaten/kota. Para peserta tak hanya diajak melihat arsip sebagai dokumen, tetapi sebagai elemen penting dalam melestarikan warisan bangsa.

Bagi Prof. Sugeng Priyadi, acara seperti ini bukan hanya soal pengumpulan dokumen, tetapi tentang menyelamatkan jati diri bangsa. “Memori bangsa ini ada di dalam arsip-arsip kita. Jika kita tidak mengelolanya dengan baik, kita akan kehilangan bagian penting dari sejarah kita sendiri,” ucap beliau dengan penuh semangat.

Pendapat tersebut diamini oleh Teguh Hindarto. “Pengelolaan arsip statis harus menjadi perhatian utama. Ini bukan sekadar tugas teknis, tapi tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang,” ujar Teguh dengan tegas.

Selain diskusi mendalam tentang Genting Sokka, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para sejarawan, akademisi, dan pihak pemerintah. Semua pihak sepakat untuk terus mendorong program pengelolaan arsip dan menjadikan Kebumen sebagai model pengelolaan arsip yang efektif.

Akhir dari rapat diwarnai dengan kesimpulan yang menggembirakan: Genting Sokka akan segera diajukan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa. Sebuah langkah penting untuk melindungi sejarah lokal dari kepunahan.

Acara Rapat Tim MKB ini bukan hanya tentang pengarsipan, tetapi tentang menjaga identitas dan warisan bangsa. Kebumen kini menjadi saksi peran penting arsip dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal. Dengan keseriusan para stakeholder dan akademisi, Genting Sokka siap diangkat ke panggung nasional sebagai salah satu warisan penting Indonesia. (glg)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *