NASKAH ISLAM BANYUMAS BUKA TABIR SEJARAH: PROF SUGENG JADI NARASUMBER WORKSHOP DI UIN SAIZU!
Pagi itu, 8 Oktober 2024, Hall Perpustakaan UIN SAIZU Purwokerto dipenuhi suara riuh. Suasana tampak penuh antusiasme, para peserta workshop berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga akademisi. Semua datang dengan satu tujuan: menggali lebih dalam tentang kodikologi naskah-naskah Islam di Banyumas. Di atas panggung, seorang sejarawan ternama, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, telah bersiap dengan presentasi yang akan membuka wawasan banyak orang.

Workshop bertema “Kodikologi Naskah-Naskah Islam di Banyumas” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora UIN SAIZU pada Selasa, 8 Oktober 2024, berhasil menarik perhatian banyak pihak. Acara ini menghadirkan Prof. Sugeng Priyadi sebagai narasumber utama, yang terkenal dengan riset mendalamnya di bidang sejarah dan naskah-naskah kuno.
Acara yang berlangsung di Hall Perpustakaan UIN SAIZU itu tak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga sarana interaktif bagi para peserta. Suasana hangat terasa sejak awal acara, ketika Prof. Sugeng mulai menjelaskan dasar-dasar kodikologi, ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno, terutama naskah Islam yang tersebar di Banyumas.
Di dalam pemaparannya, Prof. Sugeng menjelaskan bahwa naskah-naskah Islam di Banyumas memiliki peran penting dalam perkembangan kebudayaan dan penyebaran agama Islam di Jawa Tengah. Beberapa naskah tersebut menyimpan ajaran-ajaran Islam, sejarah lokal, hingga tata cara kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Para peserta yang hadir, termasuk mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, terlihat antusias. Diskusi menjadi semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah seorang peserta bertanya tentang teknik preservasi naskah-naskah yang sudah mulai rusak. Pertanyaan itu dijawab dengan detail oleh Prof. Sugeng, yang menekankan pentingnya pelestarian dan digitalisasi naskah-naskah tersebut.
Selain itu, acara ini juga membahas bagaimana naskah-naskah kuno ini bisa berperan dalam kajian akademis di masa depan. Beberapa mahasiswa bahkan menyatakan minatnya untuk menjadikan naskah-naskah Islam Banyumas sebagai bahan penelitian mereka.
Tidak hanya mendengarkan paparan, peserta juga diajak melihat beberapa contoh naskah yang sudah berhasil didokumentasikan oleh tim riset. Ini menambah daya tarik acara dan membuat peserta merasa lebih dekat dengan warisan budaya yang selama ini tersembunyi.
Workshop ini membuktikan bahwa naskah-naskah Islam Banyumas menyimpan potensi besar bagi penelitian sejarah dan budaya. UIN SAIZU, melalui kegiatan ini, berhasil menghadirkan ruang diskusi yang mendalam dan interaktif, menjadikan acara ini tak hanya sebagai ajang belajar, tapi juga sarana untuk menjaga warisan budaya bangsa. Dengan kehadiran Prof. Sugeng Priyadi, wawasan tentang kodikologi naskah semakin terbuka lebar, membawa harapan baru untuk pelestarian naskah-naskah berharga ini di masa depan. (glg)






Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!