SEMAR 2024: TARI BANYUMASAN CURI PERHATIAN! HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UMP ANGKAT EKSISTENSI BUDAYA TRADISIONAL
Suasana Aula Syamsuhadi Irsyad UMP Tower berubah meriah pada 27 Oktober 2024. Iringan musik tradisional terdengar, menyemarakkan panggung acara Semarak Mahasiswa Raya (SEMAR). Di panggung, para peserta dari SMA dan SMK se-Barlingmascakeb bersiap menampilkan tarian khas Banyumasan yang penuh pesona. SEMAR yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah ini menghadirkan nuansa tradisi yang begitu kuat.
Di tengah tren modern, lomba tari tradisional Banyumasan ini menjadi cara istimewa untuk melestarikan budaya. Semua peserta tampak bersemangat, menyiapkan gerakan dan kostum terbaik mereka. Para juri pun sudah siap di meja mereka, siap menilai setiap tarian yang menggambarkan jiwa budaya Banyumas.

Pada 27 Oktober 2024, Aula Syamsuhadi Irsyad UMP Tower dipenuhi oleh para peserta lomba seni tari tradisional dalam acara Semarak Mahasiswa Raya (SEMAR). Acara ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah (HMPS Pendidikan Sejarah) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), yang dengan bangga mempersembahkan lomba tari tradisional Banyumasan. Peserta lomba terdiri dari siswa SMA/SMK se-Barlingmascakeb, menunjukkan antusiasme mereka dalam melestarikan kebudayaan daerah.
Acara ini tidak hanya meriah, tetapi juga menyampaikan pesan penting. Di tengah maraknya tari modern, tari tradisional Banyumasan kembali mendapat tempat. Dengan gerakan khas dan kostum tradisional, para penari mencerminkan keindahan dan kekayaan budaya lokal. HMPS Pendidikan Sejarah berupaya keras melalui SEMAR untuk menghidupkan eksistensi tari tradisional yang mungkin kerap terlupakan oleh generasi muda.
Juri yang dihadirkan dalam acara ini merupakan para profesional di bidang tari, sehingga penilaian pun dilakukan dengan objektivitas tinggi. Setiap gerakan dan ekspresi dari para penari menjadi sorotan utama, dinilai secara teliti. Banyak penonton yang mengagumi ketekunan para peserta, yang berhasil menghidupkan suasana dengan tari khas Banyumas.
Acara ini berlangsung dengan sangat meriah. SEMAR bukan sekadar lomba; bagi para peserta, ini adalah ajang untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya lokal. Banyak peserta yang merasa senang karena dapat berpartisipasi dalam melestarikan budaya Banyumasan, sekaligus belajar tentang arti penting seni tradisional.
Di tengah era digital, lomba ini berhasil membuktikan bahwa tari tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. SEMAR menjadi bukti bahwa nilai budaya dapat tetap hidup jika diteruskan dengan semangat yang tinggi.
SEMAR 2024 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah sukses menampilkan keindahan tari tradisional Banyumasan kepada generasi muda. Dengan antusiasme para peserta dari SMA dan SMK se-Barlingmascakeb, acara ini berhasil menempatkan kembali tari tradisional di tengah tren modern. Melalui inisiatif seperti ini, budaya tradisional Banyumas diharapkan terus lestari dan tetap relevan. (glg)





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!