PROF. SUGENG “DUET” DENGAN PROF. SUSANTO ZUHDI: BAHAS ISU POLITIK DAN PERGANTIAN KEKUASAAN!
Pada 17 September 2024, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum menjadi pembicara pada acara seminar online yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Sejarah S2 Universitas Sumatera Utara. Seminar ini sukses membahas perpolitikan Indonesia, khususnya mengenai pergantian kekuasaan. Acara ini menghadirkan dua pembicara utama: Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum dari Universitas Indonesia.

Seminar yang dihadiri oleh banyak akademisi ini menarik perhatian luas. Para dosen dan mahasiswa, baik dari Prodi Pendidikan Sejarah maupun kampus lain, berpartisipasi aktif dalam diskusi. Topik pergantian kekuasaan di Indonesia yang menjadi isu hangat belakangan ini, dibahas mendalam oleh kedua pakar sejarah tersebut.
Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, yang juga dosen dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, memberikan perspektif sejarah yang kuat. Beliau membahas bagaimana dinamika politik di Indonesia sejak kemerdekaan hingga era modern ini selalu dipengaruhi oleh perubahan kekuasaan yang kerap kali dramatis. Dalam presentasinya, Prof. Sugeng Prof. Sugeng memulai dengan mengulas salah satu karya tulis Sukarno pada tahun 1926 yang berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme (Sukarno, 1965: 1-23). Menurut Prof. Sugeng, tulisan ini merupakan cerminan kecemerlangan pemikiran Sukarno muda, yang menggabungkan unsur-unsur nasionalisme, agama, dan sosialisme dalam perjuangannya.
Namun, menurut Prof. Sugeng, seiring berjalannya waktu, Sukarno mengalami perubahan dalam visi politiknya. “Perubahan ini tercermin dari pergeseran pemikiran dari Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme menjadi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme pada era Demokrasi Terpimpin. Ini menandakan transformasi dari Sukarno muda yang idealis menjadi Sukarno tua yang, dalam pandangan banyak pihak, dianggap keblinger,” ujar Prof. Sugeng.
Sementara itu, Prof. Dr. Susanto Zuhdi dari Universitas Indonesia menambahkan sudut pandang yang memperkaya diskusi. Beliau memaparkan bagaimana pergantian kekuasaan selalu berkaitan erat dengan kondisi sosial dan budaya yang ada di Indonesia. Kehadiran dua pakar sejarah ini membuat seminar semakin menarik, dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.
Interaksi antara peserta dan pembicara berlangsung seru. Diskusi ini tak hanya menambah wawasan para peserta, tetapi juga memicu perdebatan sehat tentang bagaimana Indonesia harus menghadapi tantangan politik masa depan. Acara ini memperlihatkan bahwa sejarah tidak hanya menjadi pelajaran masa lalu, tetapi juga kunci untuk memahami masa depan.

Seminar online yang diadakan oleh Prodi Pendidikan Sejarah S2 Universitas Sumatera Utara pada 17 September 2024 ini berhasil menciptakan diskusi yang hangat dan informatif tentang isu politik dan pergantian kekuasaan di Indonesia. Kehadiran Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Prof. Dr. Susanto Zuhdi dari Universitas Indonesia menjadi daya tarik utama, memperkaya perspektif peserta. Acara ini menunjukkan pentingnya kajian sejarah politik bagi masa depan bangsa. (glg)





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!